Cara Terbentuk & Tersembunyi Uranium

———————————–

Cerita tentang deposit Uranium di Indonesia tentunya sangat menarik. Namun sebelum melihat depositnya kita lihat dulu bagaimana kisah deposit ini di saentero dunia. Pak Sukmandaru ketua  MGEI (Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia) yang merupakan organisasi dibawah IAGI melantunkan ceritanya dibawah ini.

😦 “Whadduh Pakdhe, lah nanti ada radiasi keluar dari lokasi-lokasi terdapatnya tambang Uranium ini juga ya ?”

😀 “Thole alam itu juga mengeluarkan radiasi juga yang secara alami sudah akan dikompensasi oleh alam itu sendiri. Pemanfaatannya yang perlu diketahui caranya secara benar. Makanya belajar, jangan sampai kamu takut karena tidak tahu. Tapi perlu waspada karena mengerti potensi bahayanya !!”

Menurut Pak Sukmandaru ahli pertambangan di Indonesia ini melantunkan, bahwa sampai kini, ada belasan model keterdapatan U (Burrows, 2010 – meringkaskannya ada 13 tipe deposit) dimana sebagian sudah ditambang secara komersial (di luar Indonesia tentunya). Sebagian deposit tersebut bukan merupakan tambang/ daerah prospek “single commodity” U, tetapi yang biasanya merupakan gabungan dengan komoditi lainnya (seperti Olympic Dam di South Australia yang mengandung Cu, Au dan U….. walaupun U-nya belum diproduksi secara komersial). Kadar U dari berbagai tipe deposit tersebut bervariasi dari 0.03 sd 25.0%.

Fig. 1 . Distribusi sumberdaya U berdasar Negara (Red Book, 2007 – dari IAGI-MGEI Luncheon Talk, 2010)

😦 “Wah, Ustrali paling banyak uraniumnya ? Ini yang membuat orang asli aborigin itu item-item, gosong ya, Pakdhe ?”

😀 “Hust, ga ada hubungannya !”

Dari kompilasi Burrows (2010), U yg terkandung dalam sedimentary phosporite (disebut sbg tipe Phosphorite) menyumbang jumlah sumberdaya global (tingkat dunia) terbanyak (6,5 juta ton U). Tetapi kadar U pada tipe deposit ini relative rendah yakni 50 – 500ppm. Seluruh tipe deposit ini dideliniasi dari cekungan tua (Phanerozoic) di USA, Maroko dan Yordania, walau sampai saat ini belum ada yg berproduksi.

Penyumbang terbesar kedua dari cadangan global adalah dari type deposit “black shale” yakni 4,4 juta ton dengan kadar rendah 50 – 400ppm (seperti halnya type phosphorite, belum ada produksi tercatat dari type deposit ini). Lagi-lagi deposit ini berasal dari cekungan sedimen tua berumur Cambrian (spt Alum Shale-Ranstad di Swedia).

Terbesar ketiga adalah “Sandstone hosted” yakni sebesar 1,5 juta ton U. Menariknya, type deposit ini punya kisaran umur panjang dari Phanerozic sampai Tertiary. Kadar rata-rata adalah 50 – 500ppm, dan sampai 2007 sudah diproduksi sekitar 10,000 ton U yg merupakan 30% produksi dunia (yakni dari Kazakhstan, Australia, Gabon, Nigeria dan Argentina). Uranium pada deposit ini diendapkan sbg uranitite atau coffinite, diendapkan dari air formasi (basinal brines) yang berinteraksi dengan reductant spt carbonaceous material, hydrocarbon dan mineral sulfida. Deposit ini umum terendapkan dalam bentuk (1) tabular sejajar dengan lapisan batupasir, (2) roll-front deposit membentuk tubuh deposit melengkung, atau (3) deposit pengisian sepanjang patahan/ struktur. Beberapa deposit baru tipe ini diketemukan di Kazakhstan pada sedimen (batupasir) Paleocene-Eocene (spt Inkai, Moinkum dll) yang berdampingan dengan cekungan minyak . Mungkinkah type spt ini ada di Indonesia?

Deposit dengan kadar relative tinggi adalah “unconformity related”, kadar rata-rata 1.0 – 25% U. Tipe ini menyumbang sekitar 650,000 ton global resources. Beberapa penemuan baru di Kanada (Athabasca basin) dan Australia (Ranger basin) berasal dari type ini. Sekitar 20% produksi U dunia berasal dari tipe ini. Type ini diendapkan pada basin tua (basal zone) yang menumpang diatas basement (biasanya metamorphic) dengan kandungan U.

Type deposit lain yang berhubungan dengan magmatisme (intrusive/ plutonic related) adalah:

  • a. IOCG (Iron Oxide Copper Gold) – global resource sebesar 900,000 ton, dengan contoh Olympic Dam (Australia)
  • b. Intrusive – pegmatite hosted – global resource sekitar 290,000 ton, contoh di Greenland, South Africa, dan penemuan baru di Rossing (Namibia).
  • c. Volcanic – caldera associated – 210,000 ton, spt di Dornot (Mongolia), Xiangshan (China), McDermit (USA)

Bagaimana dengan Indonesia? Sampai kini belum ada laporan ttg keterdapatan (occurrences) U yg berasosiasi dengan batu sedimen. Namun, dari setting geologinya, type deposit yg berhubungan dengan magmatisme kemungkinan sekali bisa terjadi, baik sbg “intrusive/ plutonic related” maupun “volcanic hosted”.

Untuk tipe IOCG, kemungkinan keterdapatannya di Indonesia kecil, karena sejauh ini IOCG terjadi di lingkungan magmatisme alkaline tua (Proterozoic) – walaupun di diskusi MGEI, bbrp kawan membantahnya bahwa IOCG bisa saja terjadi di lingkungan magmatisme muda spt yg terjadi di Andes. Beberapa model keterdapatan U diilustrasikan pada diagram di bawah ini.

Fig. 2. Diagram menunjukkan model deposit U (Burrows, 2010)

Note ” Coba bandingkan gambar diatas dengan gambar penampang tektonik yang sering digambarkan di dongengan ini”gempa-aceh.jpg

Tentunya mudah melihat kemiripan penampang tektonik sederhana tentang terbentuknya gempa bumi dengan pola tektonik terdapatnya Uranium. Ya memang keduanya dibangun dari pemikiran yang mirip tentang proses utama di bumi ini. Tektonik memang sangat komoleks terbentunya namun juga sangat banyak sumberdaya yang dibentuknya.

😦 “Assyik, aku belajar tektonik saja lah !”

Tidak semua Uranium berasosiasi dengan gunung api. Namun juga batuan sedimen dapat menjadi sumber terendapkannya mineral mengandung uranium. Endapan-endapan hasil erosi gunung batuan beku yang awalnya mengandung uranium malah akan tersaring secara alamiah.

Fig. 4. Model deposit U di lingkungan sedimen (Burrows, 2010)

 Dan tentusaja dalam lingkungan vulkanik active seperti yang terbanyak di Indonesia juga memiliki kemungkinan terdapatnya jebakan Uranium ini.

Fig 4. Model deposit U di lingkungan kaldera

Indonesia sebagai negara yang memiliki kondisi tektonik yang sangat kompleks tentusaja akan memiliki potensi terdapatnya uranium ini. Dan BATAN sebagai satu-satunya otoritas pengelola mineral radioaktif telah mengeluarkan peta sumberdaya spt yg ada di bawah ini.

Fig. 5. Radioactive Mineral Resources Map (BATAN, 2010 – dari LT IAGI-MGEI, 2010)

Demikian sekelumit cerita terdapatnya Uranium di dunia dan kemungkinan adanya di Indonesia. Semoga seteguk dahaga keingin tahuan tentang uranium bisa mengurangi kehausan ilmu :D.

😦 “Looh Pakdhe, yang di Indonesia dimana saja detilnya dan jumlahnya ? “

😀 “pssst Thole, ini kalau ketahuan negeri asing bahwa Indonesia banyak mengandung uranium nanti malah pada dateng kesini. Wong kita mau bikin PLTN memanfaatkan uranium saja banyak yang nolak. Pssst diem dulu aja ya !”

(Sumber : Sukmandaru, Ketua MGEI)

Comments are closed.