Pak Presiden, Orang Papua Butuh Energi Terbarukan, Bukan Hanya Tetapkan Harga BBM

Oleh : Demianus Nawipa

Selamat, Pak Jokowi !

Selama ini, Jokowidodo, Bapak Presiden lebih mengutamakan Papua, dengan kunjungan-kunjungan Bapak bersama rombongan ke beberapa daerah di Papua (Propinsi Papua & Papua Barat), yang luasan pulaunya 3x dari pulau Jawa itu. Selama itu, juga Bapak sudah melakukan dan meresmikan berbagai proyek yang bertujuan untuk membangun Papua, ada pula yang dijanjikan langsung, ketika Bapak berhadapan dengan sebagian rakyat Papua dari daerah yang Bapak kunjungi.

Saya hanya menanggapi, hasil kunjungan Bapak dalam beberapa hari yang lalu, dalam bulan oktober 2016 ini. Saya membaca, berita yang dipublikasikan melalui berbagai media nasional dan internasional, terkait “Kebijkan Bapak Presiden mengenai Ketentuan dan penetapan Harga BBM (Bahan Bakar Minyak), yang ditangani oleh PERTAMINA dan PLN di Papua, seharga dengan harga BBM yang berlaku di pulau lain di Indonesia”. Kebanyakan dari kami (orang Papua & Indonesia), ikut senang juga menerima dengan kebijakan ini.

Kebijakan ini juga, sudah dipantau dan sudah diketahui oleh Negara-negara tetangga serta Negara lain di dunia yang peduli juga dengan masalah pelanggaran hak asasi manusia yang sering terjadi di Papua, terutama pelanggaran HAM yang sudah terjadi mulai Bapak pimpin Indonesia besar ini, sejak tahun 2014 sampai saat ini. Jadi, kebijakan ini pasti mereka (Negara tetangga & dunia yang peduli dengan Masalah Pelanggaran HAM Papua), akan pantau hasilnya, yaitu; apakah akan membawa suatu perubahan dalam kebutuhan masyarakat asli Papua atau hanya memperkaya perekonomian orang bukan asli Papua ? Apakah melalui kebijakan ini, akan menyelesaikan semua pelanggaran HAM atau akan menambah pelanggaran HAM lain lagi ?, maka kedua pertanyaan ini menjadi suatu tantangan juga, untuk Bapak Presiden, untuk mengambil solusi yang sangat menguntungkan dan menyelamatkan orang asli Papua yang semakin minoritas di atas tanahnya sendiri.

Sebelumnya, saya minta maaf Pak Presiden, maksud kebijakan-mu, itu sangat baik juga demi orang asli Papua. Tetapi, maksud kebijakan itu, saya belum tahu bahwa; apakah kebijakan itu hasil pikiran dari Bapak sendiri atau hasil pikiran oleh para pengusaha kelas kakap dalam sistem pemerintahan Republik Indonesia, yang sedang ada di keliling-mu ?. Menurut saya,  jujur saja,  saya sampaikan kepada Bapak Presiden bahwa sebenarnya kebijakan ini, tidak menentu dan tidak akan beruntung bagi sebagian besar rakyat Papua, khususnya rakyat Papua kelas bawah secara ekonomi dan pendidikan. Oleh sebab itu, “seharusnya orang asli Papua, khususnya masyarakat biasa itu, membutuhkan Pemberdayaan Energi Terbarukan” bukan hanya “Energi Bahan Bakar Fosil atau Bahan Bakar Minyak (BBF/BBM)”.

Terkait ini, Pasti Bapak Presiden sudah tahu, tentang luasan permukaan Pulau Papua, sumberdaya air yang sangat melimpah, dan tempat-tempat wisata bahkan danau-danau yang terindah, lautan yang begitu luas serta sungai-sungai yang begitu bersih dan panjang. Sebenarnya, secara geologi sangat mendukung untuk menghadirkan energi terbarukan di seluruh tanah Papua, energi terbarukan yang saya maksud itu adalah seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Kincir Angin (PLTKA), serta diwajibkan pelatihan pembuatan energi biogas. Jadi, Pak Presiden ini, jikalau mau ambil hati orang asli Papua lagi, maka salah satunya, bila perlu didatangkan para ilmuan dalam bidang pengelolahan sumber daya energi terbarukan serta drop peralatan dan bahan yang diperlukan seperti dynamo, generator, turbin, pipah, kabel dan tian listrik di seluruh pelosok tanah Papua, agar energi terbarukan yang alami itu, bisa dinikmati oleh pemerintah dan rakyat di Papua.

Pak Presiden, inilah sebuah tanggapan saya pribadi terkait, setiap kunjungan Bapak Jokowi serta rombongan di Papua, khususnya kunjungan dalam bulan oktober 2016 yang telah lalui ini, sebagai sebuah propinsi dari Indonesia yang terletak di samudra Pasifik selatan. Jadi, jikalau benar Papua itu bagian dari Indonesia, coba…Negara indonesia benar-benar memperhatikan orang asli Papua itu, tanpa janji di atas janji, rasis, diskriminasi, dan ketidakadilan kepada mereka sebagai bagian dari warga negara Indonesia. Demikianlah tanggapan dan masukan dari saya, dan tanggapan dan masukan ini, hanya fokus pada soal Bahan Bakar Minyak & Energi Terbarukan di Papua. Silakan membaca.

Penulis adalah Mahasiswa Teknik Geologi di Salah Satu Perguruan Tinggi di Yogyakarta.

Comments are closed.