Sudut Pandang Geologi Tentang Sejarah Terbentuknya Pulau Papua

Penulis : Demianus Nawipa

Pada awalnya, sebagian pulau Papua berada di dasar lautan Pasifik yang paling dalam, mulai zaman cretaceous (zaman kapur) sekitar 55 jutaan tahun lalu, dan juga sebagiannya, berasal dari bebatuan sedimen australia bagian utara.

Namun, melalui proses orogenesa dan tektonogenesa, sehingga terjadi pengangkatan, maka terbentuk pulau-pulau kecil di dasar lautan coastal australia utara, selama jutaan tahun. Buktinya, kita bisa tahu melalui pembentukan sebuah paparan yang sering disebut dengan paparan Saul di peta rupabumi paleo-oseanik.

Ilustrasi. Foto: tulisandw.blogspot.com.

Ilustrasi. Foto: tulisandw.blogspot.com.

Beberapa juta tahun kemudian, muncul beberapa jajaran gunungapi, akibat adanya, proses pergerakan tumbukan lempeng (convergent) antara lempeng Benua Australia bagian utara dan lempeng Samudera Pasifik, (pergerakan tumbuhkan antara lempeng benua dan lempeng samudera), sehingga terjadi letusan gunungberapi sangat aktif di sepanjang pegunungan Papua pada miosen awal sampai pliosen akhir.

Namun, beberapa jutaan tahun kemudian, letusan gunungberapi yang aktif itu, ditutupi oleh es (ice) akibat pencairan es secara besar-besaran pada kedua kutub bumi, yaitu sekitar pada pleistocene akhir, kira-kira 0,5 milyar tahun yang lalu.

Makanya, saat ini para ilmuan geologi dunia yang pernah ekspedisi yang difasilitasi oleh PT.Freeport menyatakan :”kawasan pegunungan gresberg Papua, disebut daerah kawasan busur gunungapi purba (paleovolcanic arc)”.

Buktinya, terlihat seperti pengayaan asosiasi mineral logam yang bantuannya berasal dari dapur magma primer, material batuannya sedang dieksploitasi oleh P.T.Freeport Indonesia. Secara geologi, agak rumit untuk mendeskripsikan batuan-batuan itu secara keseluruhan dan mendetail, oleh karena bantuan magma itu di atasnya, ditutupi oleh penyebaran batugamping new guinea serta gumpalan es selama jutaan tahun.

Namun, kita yakin dan pastikan bahwa batugamping new guinea itu, dahulunya berada di dasar laut, dan kita bisa melihat banyak bukti; seperti air garam, batu karang, fosil foraminifera, dan lain-lain.

Heheheh, jadi…jikalau, teman-teman ingin geotour ke bagian pegunungan papua, pasti anda akan berhadapan dengan singkapan batugamping di puncak pegunungan yang sangat tinggi itu.

Ini, ada ahli geologi lagi yang pernah menyatakan, bahwa, pertemuan secara tumbukan (convergent) pada kedua lempeng ini, sehingga terbentuk gugusan Pegunungan Tengah dan gugusan Pegunungan di wilayah Kepala Burung (Hamilton, 1979; Dow et al., 1988).

Akibat pengangkatan ini, maka pulau Papua mulai terhubung dengan benua Australia, sehingga sangat muda untuk migrasi hewan dan manusia dari daratan Australia ke wilayah New Guinea, selama proses pencairan es terjadi.
***

Pulau itu juga, pernah dilakukan penelitian oleh beberapa ilmuan, yaitu ilmuan Geologi, Budaya dan Bigeografi, seperti Wallace, Weber dan Lydekker. Mereka sudah lakukan perbatasan dengan menarik garis batas antara lempeng Sahul dan lempeng Sunda serta kawasan transisi. Dalamnya, mereka identifikasi fauna dan flora yang sangat berbeda dan hanya sedikit kemiripan, yang terdapat di kawasan transisi.

Menurut R.Wllace, kemiripan hewan dan tumbuhan yang ada di semua pulau yang terdapat pada dangkalan Sunda sama. Hal tersebut boleh dibenarkan, sebab secara teori sejarah tektonisme, pulau-pulau yang melalui dangkalan Sunda, pada awalnya sedaratan dengan Benua Asia yang sering disebut dengan Indochina.

Kemudian menurut Webber; ada kawasan peralihan antara dangkalan sahul dan dangkalan sunda. Di kawasan itu, flora dan faunanya, sedikit ke arah barat menjadi ada kemiripannya dengan benua asia, melalui kepulauan filipina dan borneo, sedangkan menuju ke arah timur, sedikit ada kemiripan dengan flora dan fauna yang berasal dari dangkalan sahul, melalui new gunea dan timor. Maka, menurutnya, disitulah orang bisa melihat bahwa, hal itu terjadi karena proses perkawinan dan proses migrasi, selama jutaan tahun.

Sedangkan, menurut, R.Wallace; di New Guinea, walaupun saya hanya sampai di pulau aru, waigeo, teluk doreri dan arfak. Tetapi, flora dan fauna, serta karakteristik manusia yang terdapat di pulau-pulau itu, sangat berbeda dari pulau lain yang saya telah kunjungi. Tentu, flora & fauna yang ada di pulau tersebut sama dengan yang ada di asutralia. Hasil penelitian tersebut boleh dibenarkan, sebab, pulau-pulau yang melalui dangkalan sahul, secara sejarah tektoniknya berawal dari Benua Australia.

Dari ketiga ilmuan itu, hanya pendapat dari Ahli Geologi, Lydekker yang paling tepat membatasi berdasarkan makrotektonik lempeng dunia, antara pulau new guinea dengan dangkalan Sunda dan kawasan transisi, sehingga disimpulkan bahwa, pulau papua adalah bagian dari Australia utara, maka New Guinea sangat berbeda dari pulau lain di wilayah India timur.

Pada zaman ini, secara geologi, pulau Papua tergolong masih muda, dan proses tektoniknya pun masih terjadi dan akan berlanjut serta proses deformasinya pun pasti akan terjadi, terus dari zaman ke zaman. Buktinya, sedang muncul beberapa pulau-pulau kecil di Teluk Cenderawasih Raja Ampat.

Penulis adalah pegiat peduli pendidikan Papua yang sedang kuliah di Yogyakarta
_______________________________________________
Daftar Pustaka :

 [1]. Andrew J. Marshall dan Bruce M. Beehler, 2007, The Ecology of Papua, Indonesia Series, Part One, of The        Pt. Java Books Indonesia.

[2]. Sukandarrumidi, 2005, Geologi Sejarah, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
[3]. Kal Muller, 2008, Introducing Papua, DW Books, Jakarta, Indonesia.
[4]. Nawipa Demi, posted on 2012, http://forum.viva.co.id/indeks/threads/misteri-pulau-papua-yang-berusia-ratusan-   juta-tahun.1856011/,
[5]. http://skysan.blogspot.co.id/2015/10/misteri-pulau-berusia-jutaan-tahun.html.

Comments are closed.